Minggu, 25 September 2011

kewajiban berhaji

Perlunya memahami tentang ibadah ini karena Haji diwajibkan pada yang mampu dimana dalam melaksanakan dibutuhkan kesiapan batin dan materi yang tidak sedikit. Ibnu Ruslan mengatakan:
"Barang siapa yang mengerjakan suatu ibadah tanpa ilmu, maka amalannya tidak diterima dan akan ditolak"

Maka sebelum memutuskan berhaji hendaklah sebaik baiknya memahami rukun, wajib, sunnah dan larangan selama berhaji dan filosofi melakukan Haji.

Ada beberapa hadist nabi yang sangat bagus untuk kewajiban berhaji:

"Hai manusia, Allah telah mewajibkan haji kepadamu, maka laksanakanlah haji. Seorang laki-laki berkata, 'apakah setiap tahun ya RAsulullah?' Rasulullah terdiam, hingga laki-laki itu bertanya tiga kali, lalu Nabi menjawab, 'Andai kukatakan wajib setiap tahun maka ia menjadi wajib dan kamu tidak akan mampu mengerjakannya" (HR Muslim, Ahmad dan Nasa'i)

Dan dalil yang menyatakan kewajiban haji yang terdapat di Alqura'n:
"..dan mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah..." (Ali Imran ; 97)

Keutamaan behaji digambarkan rasulullah dalam hadistnya yang diriwayatkan oleh HR. Buhkari :
"Barang siapa yang mengerjakan haji, sedangkan dia tidak berkata kotor, tidak maksiat, maka dia akan kembali seperti hari dilahirkan oleh ibunya (hapus segala dosanya yang lalu)"

Siapa yang tidak ingin kembali suci tanpa dosa seperti seorang bayi yang baru lahir. Sungguh mulia Al Quran dan sungguh Maha Pengampunnya Allah, dimana Dia menjanjikan umatnya untuk diampuni dosa-dosanya jika tunduk padaNya. Kita diberikan kesempatan untuk "terlahir kembali" setelah berhaji dan juga setelah berpuasa di bulan Ramadhan.

Bahkan keutamaan berhaji diibaratkan seperti berjihat *khususnya bagi wanita.* Pernah suatu kali Aisyah meminta ke rasulullah untuk ikut berjihat di jalan Allah. Kemudian Rasulullah mengatakan bahwa melakukan ibadah haji bagi wanita sama halnya dengan melakukan jihat di jalan Allah. Subhanallah, kemudahan bagi wanita untuk berjihat, sungguh Allah memuliakan wanita jika kita saja kita memahami dan mengetahuinya.

"Aisyah berkata, aku bertanya kepada Rasulullah SAW, tidakkah kami ikut berperang dan berjihad ?," Rasulullah menjawab 'bagi kamu ada jihad yang lebih baik dan sempurna, yaitu mengerjakan haji, haji mabrur" Aisyah berkata "sejak itu aku tak pernah meninggalkan haji (setiap tahun)" (HR Bukhari dan Muslim)

Dan juga segeralah melaksanakan haji dan jangan menunda nundanya. Kenapa?

"Orang yang memiliki kemampuan bekal dan transportasi yang cukup untuk berhaji namun tidak melaksanakannya / menundanya sebelum ajalnya tiba maka jika dia mati maka dia termasuk golongan Yahudi atau Nasrani."

Ada yang menyatakan hadist tsb lemah namun kita menjadikan hal tersebut sebagai sesuatu yang positif untuk meningkatkan kesadaran dan kesungguhan kita untuk menyegerakan berhaji.

Hayoooo segeralah bagi yang mampu untuk berhaji... Tunggu apa lagi?? Mari kita memiliki bekal pengetahuan yang cukup sehingga dapat memahami dan menjalankan sesuai syariatNya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar